Dalam gagasan Karl Marx mengenai agama, bahwa Marx memandang agama sebagai opium atau yang fenomenal biasa disebut religion it das opium jika diartikan "agama adalah candu" sebenarnya jika dianalisis lebih dalam gagasan Marx mengenai agama bukan hanya sebatas kata agama adalah candu, gagasan Marx mengenai agama pasti akan meliputi ekonomi, sosial dan politik, agama yang dianut oleh masyarakat merupakan sebuah obat penenang semata, seperti ketika hidup miskin di tenang kan dengan ceramah ustadz bahwa kemiskinan membuat hisab nanti di akhirat lebih mudah, hal tersebut dipandang Marx merupakan penenang atau opium.
Jauh lebih dari itu Marx memandang bahwa para tokoh keagamaan mempunyai sisi otoritas yang besar terhadap masyarakat lewat dogma-dogma agama yang diberikan pada masyarakat, dalam konteks fenomena di Jombang ini sangat relate karena susahnya menangkap tersangka karena ia adalah putra kiyai, melihat kasus-kasus pencabulan yang selama ini terjadi jika tersangka bukan seorang tokoh agamawan tentu tidak akan sulit seperti menangkap putra kiyai ini. Kesulitan polisi menangkap putra kiyai ini karena adanya hadangan massa pada saat proses penangkapan putra kiyai tersebut. Artinya tokoh agama disini sangat berpengaruh sehingga menjadikan masyarakat bergerak tanpa rasionalitasnya, agama dijadikan alat pelindung bagi para petinggi keagamaan untuk melindungi dirinya, Marx melihat bahwa agama sekarang adalah suatu kepentingan para petinggi agama untuk ekonomi, sosial dan politik mereka, bisa dilihat pada kasus putra kiyai Jombang ini bahwa para petinggi agama melakukan hal-hal tidak sesuai agama tapi tetap saja masyarakat membela mereka, karena doktrinasi agama lewat dogma-dogma sangat kental seperti, "melawan terhadap kiyai adalah sebuah perbuatan berdosa" hal-hal seperti itu yang membuat masyarakat akan nurut terhadap seorang tokoh agama bukan pada tuhan nya.
*Mahasiswa Sosiologi UNUSIA Jakarta.

Komentar
Posting Komentar