Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

Sosiologi Politik

Sangat lumrah kita dengar masalah-masalah politik yang entah itu beredar dimedia massa kebanyakan, secara umum membahas tentang kekuasaan yang berlaku diranah pemerintahan atau dalam konsep lainnya memang negaralah yang dijadikan objek studi. Jika melihat pada realitas sosial masyarakat pada umunya, politik secara eksplisit telah menjadi tingkah laku masyarakat. Seakan-akan hal itu memang tidak bisa dijauhkan. Apalagi dalam negara yang menganut sistem demokrasi, hal itu akan berkesan sebagai kewajiban. Karena hakikatnya masyarakat atau rakyatlah yang berpengaruh besar dalam menentukan siapa yang akan berkuasa diatas kepemimpinan negara. Maka dari situlah para pakar sosiologi mulai mempelajari masalah-masalah yang berkaitan dengan masyarakat dan politik, termasuk salah satunya adalah kondisi-kondisi apa yang menimbulkan tertib politik atau kekacauan politik dan sebagainya. Hingga akhirnya muncullah sosiologi politik. Sosiologi Politik sendiri sebenarnya dua istilah yang menjadi s...

(Cerpen) Guntoran*

*penulis: Robert Dynic Seperti suatu hal yang lazim bagi para manusia biasa pada umumnya. Kejadian-kejadian yang menyerupai lakon fiktif yang kebanyakan hanya terjadi di dalam sebuah cerita, kini benar-benar nyata di depan mata. Pagi buta, langit tetap dalam keadaan semula. Membentang dengan mendung yang menyelimuti. Hujannya rintik meretas di atas atap seng perumahan. menciptakan bunyi yang merembes digendang telinga. Kuperhatikan langkah Kardiman yang lewati jalan becek depan rumah. Kakinya yang lebar di biarkan tak beralas. Capil lebar bertengger di atas kepalanya yang lonjong.  “Hendak kemana, Man?” Aku menyapanya. Dia menoleh ke arahku. Kemudian  menghentikan langkah.  “Eh ini, Mad, mau membuat bendungan di ladang. Sepertinya tanaman akan kelebihan air jika hujan terus-terusan turun.” Jawabnya dengan senyum yang mengembang pada mukanya yang sedikit basah terkena percikan air hujan. Lalu dia melanjutkan langkahnya beitu aku mengangguk-ngangguk paham. Ma...

(Cerpen) Darah Kehormatan

*penulis:Robert Dynic Langit membentang begitu cerah, menjadi bingkai keceriaan penduduk perkampungan Braka. Sedemikian banyak penduduk telah berkubang dengan semua aktifitasnya masing-masing. Petani-petani melangkah riang dengan sebuah cangkul yang menopang setia dipundak kanan menuju ladangnya. Anak-anak desa dengan seragam sekolah lusuhnya bergegas menyusuri beberapa petak sawah untuk sekolah. Dan para ibu-ibu rumah tangga yang setia berdiam diri di depan tungku demi menunggu hasil masakannya untuk dikirimkan ketempat dimana sang suami menuai kehidupan.  Tidak biasanya cuaca cerah yang terjadi dipagi ini disertai hujan yang rinai. Semua orang yang mulanya bergelut dengan pekerjaannya menjadi bubar seketika. Ada sebagian yang berperasaan resah. Sebab cuaca kali ini menurutnya adalah tanda adanya orang yang sedang melakukan carok. Mayoritas penduduk desa ini masih kental kepercayaannya terhadap mitos-mitos terdahulu. Dan panas yang beriringan hujan merupakan salah satu k...