*Robert Dynic
Kapitalisme
berasal dari kata capital artinya kepala. Namun akhirnya mengalami asimilasi
bahasa yang kemudian mempunyai arti sebagai alat, bahan dll. Kapitalisme umunya
kita pahami sebagai paham yang mengutamakan modal. Kapitalisme sendiri muncuul
dari masyarakat agararis dan masyarakat industri. Masyarakat agraris masayarakat yang hidupnya
dihabiskan dengan masalah tanah atau bercocok tanam dsb. MARX menyebutkan etika
protestant memrupakan salah satu sebab munculnya kapitalisme. Bahkan Calvinisme
yang seotang pendeta, dia mengatakan bahwa ketika kita meau melakukan ibadah
ada tiga hal yang harus dilakukan: bersedekah, Doktrin yang dipake oleh
calvinisme adalah mengatakan bahwa ketika kamu ingin mencapai syurga maka kamu
harus memiliki harta atau katakanlah kamu harus kaya.
Garis
besar munculnya kapitalisme adalah ketika terjadinya revolusi perancis. Bahwa
dalam dinamika yang terjadi pada saat itu kekuasaan tanah ada ditangan raja
berdasarkan legitimate gereja atau pendeta. Sehingga status kepimilikan tanah
tertinggi saat itu adalah kaum bangsawan/feodal sementara kakum buruh ada
dibawah kekuasaan raja/bangsawan. Namun ketika revolusi perancis terjadi
keadaan status kepilikan tanah justru terbalik, kaum buruh berada ditingkat
paling dalam kepelimkan tanah sedangkan kaum bangsawan berada dibawah kaum
buruh.
Perdagangan
bebas memicu adanya kapitalisme liberal. Ada banyak pemahaman dalam memahami
kapitalisme, termasuk diantaranya dalam dunia industri, dunia kerja dll. Dalam
kapitalis perlu juga mencermati relasi industri, karena dengan begitu sumber
daya manusia akan berkembang. Kapitalis tidak selamanya buruk, toh meski dalam
realitas kehidupan yang berkembang saat ini seringkali memahimanya sebagai
sesuatu yang buruk. Padahal disisi yang berbeda kapitalis itu memiliki sisi
yang kreatif. Kreatif artinya meski kapitalis mementingkan suatu tujuan yang
mau dicapai, disitu ada titik kreatifitas yang terselubung. Seperti air, air
yang hakikatnya diciptakan oleh Tuhan untuk semua makhluk dibumi, tapi ternyata
oleh sebagian kaum industri dijadikan produk usaha yang kemudian dimarketingkan
kekhalayak manusia, selain memang memiliki sisi yang kapitalis sebagai suatu
kepentingan, tapi juga memiliki sisi kreatif. Titik beratnya ketika ingin
memahami kapitalis bukan hanya memiliki sisi yang buruk, adalah harus juuga
melihat apakah dalam kegiatan yang dilakukan memiliki sisi kreatifitas
didalamnya?

Komentar
Posting Komentar